Minggu, 22 September 2013

Republik Indonesia

Kepulauan di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat

Kepulauan di Taman Nasional Komodo, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Dari Kota Sabang sampai Kota Merauke, Dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote, itulah titik-titik terbarat, tertimur, terutara dan terselatan di Republik Indonesia. Didalamnya, berbaris keindahan negeri dan berderet kekayaan negeri. Berikut ini fakta unik dan menarik tentang Indonesia yang dikutip dari Indonesia.travel dan travel.okezone.com, semoga tidak membuat kita malah bersantai, tapi justru membuat kita banyak bersyukur dan memotivasi untuk berlari memajukan Indonesia.

Negara kepulauan terbesar
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah total pulau mencapai 17.508 pulau. Terdiri dari lima kepulauan besar dan 30 kelompok kepulauan kecil, termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni. 
Di dalamnya ada tiga dari enam pulau terbesar di dunia, yaitu Kalimantan sebagai pulau terbesar ketiga di dunia dengan luas 539.460 kilometer persegi, Sumatera luasnya 473.606 kilometer persegi, dan Papua yang luasnya 421.981 kilometer persegi. 

Indonesia punya pulau terpadat di dunia 
Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia, di mana 60 persen penduduk Indonesia atau sekira 130 juta jiwa tinggal di pulau yang luasnya hanya 7 persen dari seluruh wilayah Indonesia ini. 

Negara maritim dengan pantai luar biasa 
Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93.000 kilometer persegi dan panjang pantai sekira 81.000 kilometer persegi atau hampir 25 persen dari panjang pantai di dunia. 

Kaya suku bangsa & etnis 
Indonesia memiliki suku bangsa yang terbanyak di dunia, terdapat lebih dari 740 suku bangsa atau etnis, bahkan di Papua saja terdapat 270 suku. Dengan jumlah suku sebanyak itu, Indonesia  memiliki bahasa daerah terbanyak, yaitu 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Meski banyak memiliki bahasa daerah, bahasa Indonesia mampu menyatukannya tanpa menghilangkan tutur bahasa daerahnya. 

Mayoritas Muslim terbanyak 
Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekira 216 juta jiwa atau 88 persen dari penduduk Indonesia. Ini juga menjadikan Indonesia memiliki jumlah masjid terbanyak serta negara penyumbang jamaah haji terbesar di dunia. 

Candi Borobudur, monumen Budha terbesar dunia 
Candi Borobudur di Jawa Tengah memiliki Monumen Budha terbesar di dunia yang tingginya mencapai 42 meter dan terdiri dari 10 tingkat. Candi Borobudur juga memiliki panjang relief yang indah, mencapai lebih dari 1 km.

Manusia purba tertua juga ada di Indonesia 
Indonesia adalah tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu Pithecanthropus erectus yang diperkirakan berasal dari masa 1,8 juta tahun yang lalu. 

Penghasil sumber daya alam terbanyak 
Indonesia menempati peringkat teratas penghasil cengkeh dan pala. Indonesia juga nomor dua di dunia penghasil karet alam dan minyak sawit mentah. Pengekspor terbesar kayu lapis terbesar, yaitu sekira 80 persen di pasar dunia. Penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia atau sekira 20 persen dari suplai seluruh dunia. Produsen timah terbesar kedua di dunia.

Surga bawah laut yang luar biasa 
Indonesia memiliki terumbu karang terkaya di dunia, mencapai 18 persen dari total di dunia. Indonesia juga memiliki hutan bakau terbesar di dunia untuk untuk mencegah pengikisan air laut.  Asal dari kekayaan bunga anggrek terbesar di dunia yang mencapai 6.000 jenis anggrek serta bunga Rafflesia Arnoldi sebagai bunga terbesar di dunia dengan diameternya mencapai 1 meter. 

Keturunan dinosaurus masih ada di Indonesia 
Indonesia adalah habitat untuk binatang purba yang masih hidup, yaitu komodo, kadal terbesar di dunia dengan panjang mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg. Komodo hanya terdapat di Pulau Komodo dan sekitarnya di Nusa Tenggara Timur. Lautan Indonesia memiliki spesies ikan hiu terbanyak di dunia, yaitu 150 spesies. Indonesia memiliki primata terkecil di dunia, yaitu Tarsier Gunung (Tarsius pumilus) di Sulawesi yang panjangnya hanya 10 cm. 

Hewan terkecil dan terbesar di dunia, ada! 
Di Sulawesi juga ditemukan ular Python reticulates terpanjang di dunia, panjangnya 10 meter. Ikan terkecil di dunia ditemukan di rawa berlumpur Sumatera. Panjangnya hanya 7,9 mm dan maksimal besarnya kurang lebih sebesar nyamuk. 

Sejarah berbicara, Indonesia juaranya 
Indonesia adalah negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II tahun 1945. Indonesia merupakan negara ke-70 tertua di dunia. Hingga kini Indonesia adalah satu-satunya negara yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), tepatnya 7 Januari 1965, kemudian bergabung kembali 28 September 1966.


Sumber

Jumat, 20 September 2013

Spermonde yang Menakjubkan (MAKASSAR, SULAWESI SELATAN)

HALO PENGINDONESIA..!!
para tukang jalan yang doyannya ngindonesia..!!

Tiket promo yang sering diumumkan berbagai maskapai di tanah air kadang-kadang membuat kita gatal untuk segera memesannya, apalagi yang membuat kita begitu kebelet membeli kalau bukan harganya yang super miring itu. Kali ini saya membeli tiket promo Air Asia tujuan Makassar dari Jakarta pulang pergi, tiket yang biasanya mencapai jutaan rupiah itu hanya ditebus dengan Rp 300.000 saja untuk pulang pergi, ya ampun harga penerbangan ke Makassar sudah mau sama dengan harga sekarung beras ukuran 25 kg.

Tiket tersebut dimanfaatkan para anggota Share Traveller untuk mengunjungi Kepulauan Spermonde yang terhampar di depan pesisir Kota Makassar. Kalau Jakarta punya Kepulauan Seribu, maka Makassar punya Kepulauan Spermonde. Kepulauan Spermonde ternyata kurang begitu populer sebagai tujuan wisata, hal ini mungkin dikarenakan informasi yang masih minim, bahkan saat saya berada disana, tidak jarang dari penduduk setempat yang tidak mengenal Kepulauan Spermonde, apalagi saat saya berbincang dengan teman-teman di Kota Bandung, mereka semua baru tahu ada nama kepulauan yang namanya sangat tidak familiar itu, ya "Spermonde". Berbicara soal nama Spermonde, ternyata kata dominan dalam nama tersebut benar adanya merujuk pada "Sperma" atau "Sperm" dalam bahasa inggris, hal ini dikarenakan bentuk dan jumlahnya yang banyak menerupai sperma.

Pada perjalanan kali ini, kita akan hopping island di 8 buah pulau di Kepulauan Spermonde, pulau-pulau tersebut adalah Pulau Kodingareng Keke, Pulau Langkai, Pulau Lanjukang, Pulau Badi, Pulau Cangke, Pulau Podang Podang Caddi, Pulau Langkadea dan Pulau Gusung. WAW, pasti seru! berikut ini saya bagikan foto lokasi pulau-pulau tersebut lengkap dengan ruternya dari google earth.


Perjalanan ini kami mulai dari tanggal 23 sampai 27 Agustus 2013. Keberangkatan saya mulai dari Terminal 3 Soekarno Hatta International Airport menuju Sultan Hasanuddin International Airport. Setelah itu kami berkumpul di Indomaret dekat Pelabuhan Potere untuk berganti baju dan membeli keperluan yang kurang. Dari Pelabuhan Potere ini lah kapal yang telah kami sewa akan berlayar kesana kemari di Kepulauan Spermonde.



Kita semua akan melewati Pulau Samalona yang terkenal itu saat menuju Pulau Kodingareng Keke. Saat tiba di Pulau Kodingareng Keke semua dari kami tidak sabar untuk melihat keindahan bawah laut disana walaupun matahari sangat terik saat itu. Setelah puas di Pulau Kodingareng Keke, kami lanjutkan perjalanan menuju Pulau Langkai, disana kami juga ber-snorkling-ria.





Hari ini akan kami akhiri di Pulau Lanjukang, pulau yang super indah dibawah ini tidak lain adalah Pulau Lanjukang, pulau terluar di Kepulauan Spermonde,
WUIH CANTIK BANGET..!!





Di pulau ini kami mendirikan tenda untuk menginap, tapi sayangnya teman-teman lebih memilih untuk tidur dengan tikar beralaskan pasir dan beratapkan bintang-bintang yang sangat indah malam itu. Sebagai makan malam, kami membakar ikan yang telah dibeli di Pelabuhan Potere. TIPS di sekitar Pelabuhan Potere kita dapat membeli semua keperluan selama di pulau nanti, yaitu Aqua galon, beras, ikan, mie-instan, telur, dan buah-buahan.


Di Pulau Lanjukang kita sempat melakukan bakti sosial kecil-kecilan dengan membagikan pakaian layak pakai dan buku-buku untuk anak-anak dan orang tua disana.



Keesokan harinya, kami menuju Pulau Badi untuk kembali menyelam dan makan siang disana. Dari Pulau Badi kita dapat melihat Kota Makassar dari jauh. Tidak seperti pulau lain, pulau ini memiliki banyak fasilitas seperti puskesmas dan masjid. Di Pulau Badi ini juga kami sempat membagikan buku-buku kepada anak-anak setempat, Selamat Membaca anak-anak Indonesia!.






Dari Pulau Badi kami melanjutkan perjalanan kapal ini menuju Pulau Cangke.



Pulau Cangke (berarti Cengkeh) cukup terkenal karena penghuninya, ya pulau seluas lapangan bola ini ternyata hanya dihuni oleh sepasang kakek nenek saja. Romantis!


Ialah ia sang kakek yang bernama Daeng Abu dan istrinya Ibu Midah yang menjaga pulau ini tetap bersih dan indah. "Dulu pulau ini gersang tanpa tanaman saat saya datang kemari tahun 80-an, tapi saya mulai menanam pepohonan dan sekarang terlihat rimbun" ucap Daeng Abu. Akibat kecintaannya pada lingkungan itu, ia memperoleh berbagai penghargaan diantaranya dari Dompet Dhuafa. Kehidupan mereka berdua disebuah pulau terpencil ini sungguh menggugah hati saya untuk bisa memahami kehidupan yang sejati (hahaha mendadak serius deh) tentang pertanyaan seperti "Apa sih yang lo cari di dunia ini?". Daeng Abu yang sudah renta dan buta itu masih memilih menghabiskan hari tuanya bersama istri tercintanya di sebuah pulau tanpa fasilitas listrik dan lainnya. Ia bercerita jika kini ia di diagnosa dokter mengidap penyakit gula, hal ini yang membuat lukanya sukar cepat sembuh, bahkan jari-jarinya sudah nampak tidak lengkap lagi. Semua kebutuhan Sang Daeng pun dibantu oleh istrinya yang selalu setia disampingnya. Mereka juga suka melakukan kegiatan berduaan saja, tidur dengan satu bantal, makan dengan satu piring, beribadah bersama, dan hal-hal romantisme lainnya. Ketawa Daeng Abu yang lepas selalu terngiang di telingan saya begitu melihat foto di bawah ini.


Saat senja datang, kami bergegas menuju halaman belakang rumah Daeng Abu untuk menyaksikan matahari terbenam.


Keesokan harinya kami menuju Pulau Langkadea dan Pulau Gusung, Pulau Gusung sangat unik karena tidak ditumbuhi tanaman satu pun. Kami pun turun dan berfoto-foto disana.



Selesai sudah perjalanan saya mengarungi pulau demi pulau yang ada di Kepulauan Spermonde, ini saatnya jalan-jalan di Kota Para Daeng, yap! Kota Makassar.


Saat berada di Kota Makassar, hal yang wajib dilakkukan adalah berwisata kuliner. Disana terdapat Konro Karebosi, Pisang Epe, Mie Kering (Mie Titi atau Mie Anto) dan lain-lain.

Berikut ini saya berikan itinerary atau rencana perjalanan dalam bentuk run down selama saya disana. Semoga membantu yah!

23 Agustus 2013
19:00 Boarding Bandara Soekarno Hatta Jakarta
00:00 Sampai di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar

24 Agustus 2013
01:00 Istirahat
06:00 Perjalanan ke Jl. Nusantara
07:30 Pelabuhan Potere
08:00 Berangkat Menuju Pulau Kodingareng Keke
09:00 Pulau Kodingareng Keke (Snorkling)
10:00 Berangkat Menuju Pulau Langkai
12:00 Pulau Langkai (Snorkling)
15:00 Berangkat Menuju Pulau Lanjukang
15:15 Pulau Lanjukang (Snorkling)
18:00 Istirahat & Makan malam

25 Agustus 2013
07:00 Sarapan, snorkling
09:00 Berangkat menuju Pulau Badi
11:00 Pulau Badi (Snorkling)
14:00 Berangkat menuju Pulau Cangke
16:00 Pulau Cangke(Snorkling)
18:00 Istirahat & Makan malam

26 Agustus 2013
06:30 Berangkat menuju Pulau Podang‐Podang Caddi
08:30 Pulau Podang‐Podang Caddi (Snorkling)
10:30 Menuju Pulau Langkadea
11:00 Pulau Langkadea, Pulau Gusung (Snorkling)
12:00 Berangkat menuju Pelabuhan Potere
13:30 Kembali Pelabuhan Potere
14:30 Pelabuhan Potere
15:00 Makan Konro Karebosi
17:00 Pantai Losari
18:00 Pisang Epe
19:00 Belanja oleh‐oleh di somba opu
20:00 Bersih-bersih dan persiapan pulang
23:00 Mie Titi/ Mie Anto (Mie Kering)

27 Agustus 2013
00:00 Menuju Bandara
04:00 Boarding Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
05:55 Sampai di Bandara Soekarno Hatta Jakarta

Datangi, kenali, cintai negeri milikmu :D

Kamis, 19 September 2013

Samudera di Mahameru (MALANG, JAWA TIMUR)

HALO PENGINDONESIA..!!!

Pada malam ini saya akan berbagi pengalaman saya yang paling seru dalam mendaki gunung. Pengalaman yang mungkin tidak akan pernah saya lupakan sepanjang hidup saya. Apa sih? yap! Perjalanan menuju puncak tertinggi di Pulau Jawa, Puncak Mahameru di Gunung Semeru.

Sudah sangat lama saya memimpikan bisa melihat sinar matahari terbit di atas hamparan awan pagi yang menutupi kaki-kaki pegunungan di titik tertinggi Pulau Jawa, yaitu pada ketinggian 3.676 meter diatas permukaan laut (mdpl). Saya dan rekan-rekan Teknik Kimia Universitas Indonesia sudah mantap betul akan segera ke Jawa Timur pada bulan Januari 2013. Agar tidak berhenti sebagai wacana semata, kami semua segera membeli tiket Kereta Matarmaja tujuan Kota Malang. Fasilitas pembelian tiket kereta sejak H-90 telah banyak membantu kami untuk mendapatkan tiket itu jauh-jauh hari. Kami semua mendapatkan tiket Kereta Matarmaja pulang pergi pada tanggal  11 dan 15 Januari 2013.

Saat itu fenomena mendaki ke Gunung Semeru menjadi sangat ramai akibat diangkat oleh sebuah film berjudul "5 cm" yang bercerita tentang pendakian menuju puncak mahameru. Kami pun menyempatkan diri untuk menyaksikan fim besutan sutradara ternama Rizal Mantovani itu, alhasil kami jadi lebih tahu perkiraan kondisi dan situasi yang akan kami rasakan di pendakian Gunung Semeru nanti.

Ternyata kenyataan berkata lain, kami mendapatkan berita Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup jalur pendakian Gunung Semeru dari 8 Januari hingga 25 Maret 2013, kami pun sempat berkeluh kesah saat itu. Mungkin Tuhan belum mengijinkan atau Tuhan sedang menyelamatkan kami dari petaka dan mara bahaya, saya yakin pasti ini yang terbaik.

Saya dan teman-teman segera membatalkan tiket kereta yang telah dibeli untuk keberangkatan kami pada bulan Januari nanti. Kami segera reschedule waktu perjalanan kami menjadi bulan Maret yaitu pada tanggal 27 hingga 31 Maret 2013. Mau tidak mau kami harus refund (Pengembalian Uang) tiket kereta dengan potongan 25% dari harga tiket kereta. Beberapa dari kami banyak yang mundur untuk tidak turut serta kali ini. Alasannya karena musim hujan belum benar-benar usai, dan itu mengkhawatirkan keluarga mereka. TIPS walaupun keberangkatan kami di undur, saya tetap disiplin untuk lari jarak jauh secara rutin setiap akhir pekan sejak H-60, hal ini sungguh akan sangat membantu meningkatkan kekuatan fisik kita selama pendakian nanti.

Kami semua terus memantau situasi dan kondisi Gunung Semeru melalui kabar di internet. Kabar mengejutkan lagi-lagi datang kepada kami semua, dimana masa penutupan Gunung Semeru diperpanjang hingga April 2013. Penutupan ini bertujuan untuk membersihkan jalur pendakian dan melengkapi jalur pendakian dengan plang arah yang jelas agar memudahkan para pendaki. Kami semua hanya bisa menerima keputusan tersebut dan kembali reschedule tiket kereta kami menjadi tanggal 8 hingga 12 Mei 2013, bismillah. Sehubungan dengan peningkatan kualitas kereta ekonomi yang telah menggunakan pendingin Air Conditoning (AC), maka harga tiket Kereta Matarmaja menjadi Rp 130.000 sekali jalan.

Alhamdulillah setelah melakukan penantian panjang, sampai 3 kali membeli tiket kereta, kami semua pun berangkat menuju Kota Malang pada 8 Mei 2013. Terima kasih kepada Direksi dan seluruh pegawai PT. Kereta Api Indonesia (KAI) yang telah banyak melakukan reformasi pelayanan disana-sini, seperti boarding pass saat memasuki stasiun dimana hanya mereka yang memiliki tiket yang namanya sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja yang boleh masuk ke dalam stasiun, upaya membersihkan stasiun dan gerbong kereta dari Pedagang Kaki Lima (PKL), meningkatkan kenyamanan kereta dengan menambahkan AC pada kereta ekonomi, dan tidak ada lagi penumpang di dalam kereta yang tidak mendapatkan tempat duduk (seperti yang pernah saya alami saat mengunjungi Yogyakarta 4 tahun silam).



Setelah tiba di Kota Malang, kami semua harus melanjutkan perjalanan menuju Pasar Tumpang dengan mencarter angkot sebesar Rp. 100.000 sekali jalan. Tapi sebelumnya kami menyempatkan diri untuk sarapan di warung-warung sekitar Stasiun Malang.

Saat berada di Pasar Tumpang, kami menemui seseorang  yang berada di sekitar Alfamart, ia adalah orang yang mengkordinir pemesanan Mobil Jeep untuk menuju Pos Ranupane, kami pun menyewa sebuah jeep dengan harga Rp. 450.000 untuk sekali jalan. Wuhuuuu..!! saatnya menikmati berkendara off-road menuju Ranupane.





Ditengah perjalanan, pengemudi mobil kami melihat mobil dibelakangnya tiba-tiba mogok, maka lekas ia turun dari mobil dan membantu rekannya tersebut. Budaya Gotong Royong yang memasng sudah mengakar.


Setelah tiba di Pos Ranupane, maka kami pun segera mendaftarkan kelompok kami yang berjumlah 6 orang, saya pun didaulat menjadi ketua kelompok dan harus mengisi berbagai formulir di meja pendaftaran. TIPS bagi para pendaki untuk jangan lupa membawa surat keterangan sehat dari dokter puskesmas atau klinik terdekat yah!

Oke petualangan pun dimulai..!!



Dari pos pertama Ranupane, kami menuju Ranukombolo untuk menginap semalam disana, hal ini karena Ranukumbolo memiliki ketersediaan air yang banyak untuk memasak, mencuci bahkan mandi sekali pun.






Kami semua melanjutkan perjalanan menuju Oro oro ombo, namun sebelumnya kita harus melewati Tanjakan Cinta yang populer di kalangan para pendaki. Tanjakan Cinta dipercaya menjadi tanjakan sakral para pendaki, dimana bagi mereka yang berhasil mencapai puncak tanjakan dengan tidak melihat ke belakang, maka apa yang merak pikirkan selama menanjak tersebut akan menjadi kenyataan. hhmmm dan saya pun berhasil menanjak tanpa berhenti dan menoleh kebelakang, semoga apa yang saya pikirkan dan inginkan itu segera terwujud, apa hayoo? hahahaha hanya saya dan Tuhan yang boleh tahu.










Selanjutnya kita akan menginap di Kalimati, Kalimati juga dipilih karena memiliki mata air bernama Sumber Mani yang dapat kita manfaatkan untuk minum dan masak.






Pada dini hari, kami semua bangun dan mempersiapkan diri untuk menuju Puncak Mahameru melewati Arcopodo. TIPS untuk teman-teman agar tidak lupa mengenakan masker yang baik, jaket tebal, headlamp dan air minum yang cukup untuk pendakian menuju Puncak Mahameru yang akan sangat membuat teman-teman haus.



Setelah berjam-jam melewati Tanjakan 32 alias naik 3 langkah turun 2 langkah yang sangat miring dan berpasir, setelah melihat banyak para pendaki yang menyerah, setelah penantian panjang, akhirnya saya mendapatkan apa yang saya cari, "Matahari terbit dari balik Samudera Awan di Mahameru". YEAAAAAHHHHH..!!!!!!!





Memandangi langsung samudera awan ini sungguh tak akan pernah terbeli dengan seberapa pun banyaknya uangmu, tapi hanya mungkin tercapai dengan kemauan yang sangat besar.


TIPS Kepada teman-teman yang tidak biasa mendaki gunung namun sangat penasaran dengan keindahan alam milikmu ini, kalian dapat menggunakan jasa porter untuk mengangkut barang kalian selama pendakian disana, namun sayang saya tidak mengetahui berapa biaya yang harus dikeluarkan. Foto diatas adalah saat para porter sedang beristirahat dan mengajak saya untuk foto bersama.

Berikut ini saya berikan itinerary atau rencana perjalanan dalam bentuk run down selama saya disana. 

Rabu, 8 Mei 2013
14:00 Jakarta - Malang / Kereta Ekonomi Matarmaja / 18-19 Jam
09:00 Malang

Kamis, 9 Mei 2013
10:00 malang - ranupane / naik Hartop / 2 jam
12:00 ranupane
14:00 ranupane - ranukumbolo / trecking / 5 jam
19:00ranukumbolo, camp di ranukumbolo

Jumat, 10 Mei 2013
12:00 ranukumbolo - kalimati / trecking / 3 jam
15:00 kalimati, camp di kalimati

Sabtu, 11 Mei 2013
00:00 dinihari kalimati - arcopodo / trecking / 1 jam
01:00 arcopodo
01:00 arcopodo - puncak / trecking / 4 jam
05:00 Puncak mahameru
08:00 Puncak - arcopodo / trecking / 1 jam
09:00 arcopodo
10:00 arcopodo - kalimati / trecking / 1 jam
11:30 kalimati
12:00 kalimati - ranukumbolo / trecking / 2 jam
14:00 ranukumbolo, camp di ranukumbolo

Minggu, 12 Mei 2013
08:00 ranukumbolo - ranupane / trecking / 3 jam
11:00 ranupane
11:30 ranupane - malang / naik Hartop / 2 jam
13:30 stasiun malang
14:00 malang - jakarta / Kereta Ekonomi Matarmaja / 18-19 Jam

Senin, 13 Mei 2013
09:00 Jakarta

Demikian cerita perjalanan saya menuju Puncak Mahameru yang sangat menyenangkan ini, semoga membantu teman-teman pengindonesia dalam merencanakan pendakian kesana yah!

Datangi, kenali, cintai negeri milikmu :D